LAPORAN OBSERVASI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI


LAPORAN OBSERVASI
PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI
Unbara.jpg
Oleh:
Kelompok I
                        FRAMESWARI YULHELDA EKA PURWATI       10 22 183
                        AGUS SISWANTO                                                    10 22 175       
                        JUNITA OKTARINI                                                 10 22 323
                        DEWI NATALIA                                                       10 22 153
                        ANDRI PRANATA                                                    10 22 155
                        YATMANTO                                                              10 22 186
                        YENI HALIZA                                                           10 22 148
KELAS           : A.3.4

JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BATURAJA
2011
KATA PEMGANTAR
            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME karna berkat dan  rahmatNyalah kami dapat menyelesaikan laporan observasi perkembangan anak usia dini di TK Aisyiyah ( bustanul athfal ) 2, dan tidak lupa pula saya ucapkan terimah kasih kepada dosen pembimbing ibu Siti Muyaroah,S.Pd dan guru – guru di TK aisyiyah ( bustanul atfal) 2 karna berkat bimbingan beliau laporan observasi ini dapat terselesaikan.
            Kami yakin dalam pembuatan laporan ini masih jauh dari kata sempurnah maka dari itu kami minta saran dan kritik dari teman- teman pembaca sekalian agar kami dapat memperbaiki laporan- laporan yang akan kami buat selanjutnya.
            Akhir kata kami ucapkan wasalam mualaikum Wr.Wb, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua
Amin.
Baturaja,          November 2011

Penyusun









BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Usia dini merupakan masa perkembangan dan pertumbuhan yang sangat menentukan perkembangan masa selanjutnya. Berbagai studi yang dilakukan para ahli menyimpulkan bahwa pendidikan anak sejak usia dini dapat memperbaiki prestasi dan meingkatkan produktivitas kerja masa dewasanya .
Erickson ( calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 1993 : 167 ) mengemukakan bahwa  ‘’ masa kanank – kanak merupakan gambaran manusia sebagai manusia . prilaku yang berkelainan pada masa dewasa dapat di deteksi pada masa kanak – kanak” .
B.     Rumusan Masalah
Dalam makalah iniu penulis merumuskan beberapa rumusun masalah sebagai berikut:
1.       Apa karakteristik umum anak usia dini ?
2.      Bagaimana perkembangan kognitif anak usia dini ?
3.      Apa saja upaya untuk memfasilitasi perkembangan anak usia dini ?
C.    Tujuan
 Dalam penulisan ini pemakalah ingin agar pambaca memahami:
1.      karakteristik anak usia dini
2.      perkembangan kognitif anak usia dini
3.      fasilitasi perkembangan anak usia dini
D.    Manfaat
Manfaat yang diharapkan penulis dengan adanya makalah ini untuk pembaca adalah:
1.      Mengetahui apa saja karakteristik anak usia dini
2.      Mengetahui bagaimana perkembangan kognitif anak usia dini
3.      Mengetahui apa saja yang dapat memfasilitasi perkembangan anak usia dini.
BAB II
KAJIAN TEORI
A.    Karakteristik  Umum Anak Usia Dini
Begitu pentingnya masa usia dini,sampai-sampai sigmund freud berpendapat bahwa “child is father of man “( anak adalah ayah dari manusia ),artinya masa anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian masa dewasa seseorang.
Secara umum,masa ini memiliki karakteristik atau sifat-sifat sebagai berikut            ( M.Solehuddin dan Ihat Hatimah dalam M.Ali(Ed.),2007:1097-1098)
1.      Unik artinya sifat anak itu berbedasatu sama lainnya.
2.      Egosentris.Anak lebih cendrung melihat dan memahami sesuatu dari sudut pandang dan kepentingannya sendiri.
3.      Aktif dan Energik.anak lazimnya senang melakukan berbagai aktifitas.
4.      Rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal.
5.      Eksplroratif dan jiwa petualang. Terdorong rasa ingin tahu yang kuat , anak lazimnya senang menjelajah, mencoba dan mempelajarihal-hal baru.
6.      Spontan. Perilaku yang ditampilkan anak umumnya relatif asli dan tidak ditutup-tutupi sehingga merefleksikan apa yang ada dalam perasaan dn pikirannya.
7.      Senang dan kaya dengan fantasi. Anak senang dengan hal-hal yang imajintif.
8.      Masih mudah frustasi. Umumnya anak masih mudah frustasi, atau kecewa bila menghadapi sesuatu yang tidak memuaskan.
9.      Masih kurang pertimbangan dalam melakukan sesuatu.
10.  Daya perhatian yang pendek. Anak lazimnya memiliki daya perhatian yang pendek, kecuali terhadap hal-hal secara intrinsik menarik dan menyenangkan.
11.  Bergairah untuk belajar dan banyak belajar dari pengalaman. Anak senang melakukan berbagai aktivitas yang menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku pada dirinya.
12.  Semakin menunjukan minat terhadap teman. Seiring, dengan bertambahnya usia dan penalaman sosial, anak semakin berminat terhadap orang lain.

B.     Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini.
Piaget berpendapat bahwa anak berada pada tahap periode “praoperasional”, yang di deskripsi kemampuannya adalah sebagai berikut.
Periode
Deskripsi
Praoperasional
1.      Mampu berfikir dengan menggunakan simbol (Syimbolic function). Kemampuan ini merupakan subtahap pertama pada praoperasional, yang terjadi kira-kira antara usia 2-4tahun. Pada tahap ini, anak dapat mengembangkan kemampuan untuk membayangkan secara mental suatu objek ( seperti manosia, rumah, hewan,dll yang tidak ada.
2.      Berpikirya masih dibatasi oleh persepsinya. Merka meyakini apa yang dilihatnya, dan haya terfokus kepada satu atribut atau dimensi trhadap satu objek dalam waktu yang sama. Cara berfikir mereka bersifat memusat (centering).
3.      Berfikirnya masih kaku belum fleksible. Cara berfikirnya terfokus kepada keadaan  awal atau akhir dari suatu transformasi (perubahan), Bukan kepada transformasinya itu sendiri yang mengantarai keadaan tersebut. Contohn; Anak mungkin memahami bahwa dia lebih lebih tua dari adiknya, tetapi mungkin tidak memahaminya, bahwa adiknya lebih muda dari dirinya.
4.      Dapat mengelompokkan sesuatu berdasarkan satu dimensi, seperti;kesamaan warna, bentuk, dan ukuran.
5.      Cara berfikirnya masih egocentrism, yaitu ketidak mampuan untuk membedakan antara perspektif sendiri dengan perspektif orang lain.




C.    Upaya Memfasilitasi Perkembangan Anak Usia Dini
Ada beberapa upaya yang diperhatikan atau dilakukan oleh orang tua atau gurudalam rangka membimbing atau memfasilitasi perkembanga potensi anak secara optimal. Upaya-upaya itu adalah sebagai berikut.
Potensi
Aspek
Upaya pengembangan
A.Fisik
1.      Kesehatan
2.      Motorik (kasar dan                        halus).
3.      Pemahaman tentang bagian dan fungsi tubuh.


a.       Mengembangkan pemahaman dan sikap positif terhadap kondisi fisiknya .
b.      Menyediakan sarana untuk bermain atau berolahraga (seperti jungkitan, perosotan dan bak pasir).
c.       Melatih olahraga (seperti senam ) dan keterampilan (menari, melipat dan menggunting).
d.      Menjelaskan bagian-bagian dan fungsi tubuh.
e.       Menjelaskan keterbatasan tubuh.
f.       Mengembangkan kebiasaan untuk memelihara krbersihan dan kesehatan tubuh (Seperti membuang sampah pada tempatnya, mandi, menggosok gigi, dan membasuh tangan sebelum makan).

B.Intelektual (kecerdasan)
Keberbakatan/ Kreativitas/daya pikir/daya cipta.
a.       Memberi contoh atau mendorong anak untuk gemar membaca.
b.      Mengenalkan lingkungan atau menstimulasi anak dengan berbagai informasi yang berada dalam lingkungannya (seperti sosial, alam (flora,fauna), tranportasi, alat-alat dan komunikasi)
c.       Mengenalkan angka, huruf dan bangun geometri (seperti srgi tiga, segi empat, kubus, dan trapesium).
d.      Melatih anak untuk belajar berfikir sebab akibat.
e.       Membiasakan anak untuk berani mengungkapkan ide/ gagasan atau mengajukan pertnyaan.
f.       Melatih problem solving (bertanya jawab) dengan anak tentang cara memecahkan masalah –masalah kehidupan sehari-hari, seperti cara memelihara gigi agar tidak sakit, dan memelihara agar tetap sehat.
g.       Mendorong kemandiriran anak untuk melakukan tugas atau pekerjaan sendiri (seperti mengerjakan PR).
h.      Mengembangkan kemampuan imajinatif atau dayaa cipta anak (mengarang, melukis, merupa, dan meneliti).
i.        Mengadakan program-program yang memberikan kesempatan kepada anak untuk berkompetensi, seperti lomba menggambar, menyanyi dan deklamasi.
j.        Mengidentifikasi kecerdasan anak melalui tes kecerdasan, dan memanfaatkannya untuk layanan bimbingan
k.      Mengenalkan kepada anak tentang produk-produk tegnilogi yang berhubungan dengan komunikasi informatika (seperti telepon, HP, komputer, Video, dan televisi), dan transportasi (Pesawat terbang, kapal laut, kereta api, macam-macam mobil dsb).
c. Emosi
Kecerdasan Emosional (kematangan Emosi)
a.       Menciptakan suasana emosional yang kondusif (sikap ramah dan kasih sayang, tidak judes dan bersikap keras) baik dirumah maupun disekolah.
b.      Membicarakan tentang perasaan-perasaan,baik diri sendiri maupun orang lain.
c.       Membicarakan tentang cara menyalurkan keinginan tanpa mengganggu perasaan orang lain.
d.      Mengembangkan sikap dan kebiasaan saling menyayangi dengan teman.
e.       Mengembangkan sikap positif (resek) terhadap diri sendiri dan orang lain.
f.       Menghormati pribadi anak (seperti bertutur kata yang sopan, mengucapkan/menjawab salam anak, dan tidak mencemooh anak).
g.       Memberikan penghargaan (seperti pujian acungan jempol, atau hadiah) kepada anak yang menampilkan perilaku atau prestasi yang diharapkan.
D.     Sosial
1.      Kedisiplinan
2.      Sikap toleransi
3.      Sikap altruis (tolong menolong)
4.      Sikap kooperasi/ kolaborasi (kebiasaan bekerjasama)

Menyusun tata tertib
Mengembangkan sikap dan kebiasaan untuk mentaati tata tertib dan menjelaskan alasan penerapanya.
Mengembangkan sikap dan kebiasaan untuk saling menghormati, menolong, dan menjalin persahabatan (silaturahmi).
Memberikan informasi (melalui gambar, atau pengamatan tentang adanya keragaman agama, budaya, dan suku dalam masyarakat.
Menyusun program yang melibatkan siswa dalam kegiatan kelompok.
Mengenalkan tata krama/adat istiadat.
E.      Kesadaran Beragama
1.      Akhlak
2.      Akidah
3.      Ibadah



a.       Memberikan contoh teladan (uswah hasanah) dalam mengamalkan ajaran agama.
b.      Mengenalkan rukun iman dan islam.
c.       Mengenalkan kekuasaan Allah melalui alam ciptaannya (baik dirinya sendiri, hewan, tumbuhan maupun alam lainnya).
d.      Mengajarkan cara berwudhu.
e.       Mengajarkan bacaan dan gerakan sholat.
f.       Memberikan contoh, latihan, dan dorongan kepada anak untuk menghafal doa-doa dan surat-surat pendek.
g.       Mengajar tulis baca Al-qur’an kepada anak.
h.      Mengenalkan nama-namadan tugas para malaikat dan nabi (rasul).
i.        Menceritakan riwayat para nabi (rasul).
j.        Mengembangkan kebiasaan anak untuk bersikap hormat kepada orang tua, guru teman dan orang lain.
k.      Mengembangkan sikap dan kebiasaan berakhlakul karimah (seperti jujur, syukur, dan sabar).
l.        Mengembangkan sikap toleran terhadap teman yang menganut agama lain.
m.    Membiasakan anak untuk memelihara kebersihan dan kesehatan, baik diri sendiri maupun lingkungan.
n.      Mengenalkan dan membiasakan anak untuk berpakaian yang sopan (menutup aurat).
o.      Mengenalkan kepada anak tentang hal-hal yang diharamkan agama seperti; mencuri, berbohong, bermusuhan, dan berkelahi (tawuran).
p.      Menyediakan sarana ibadah (masjid) dan tempat berwudhu yang memadai disekolah, sebagai laboraturium (tempat praktik) keagamaan bagi anak.
q.      Memberikan

















BAB III
PEMBAHASAN
A.    Karakteristik  Umum Anak Usia Dini
Menurut hasil observasi  kami di TK Aisyiyah ( baustanul athfal 2 ) karakteristik anak usia dini meliputi :
1.      Unik artinya sifat dan emosional setiap siswa satu dengan yang lainya berbeda - beda dalam hal ini kami mengamati dari prilaku siswa dalam mengikuti pelajaran dikelas dan di saat bermain di lapanan, terdapat anak yang kreatif, pendiam, manja, nakal, malu - malu.
2.      Egosentris, dari beberapa siswa terdapat beberapa anak yang mau menang sendiri,seperti saat mengantri mau belajar mengaji anak tersebut mendahului temanya agar ia lebih dahulu padahal belum giliran untuknya.
3.      Aktif dan Energik pada anak – anak usia dini umumnya senang melakukan berbagai aktivitas misalnya saat gurunya memperagakan sesuatu gerakan mereka dengan semangat mengikuti. Dan saat istirahat anak – anak banyak melakukan aktivitas bermain dengan fasilitas yang telah di sediakan.
4.      Rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal misalnya anak – anak suka bertanya kepada ibu guru tentang hal – hal yang baru ia ketahui misalnya saat ibu guru mengajarkan cara menggunting dan mewarnai. Salah satu dari mereka bertanya kepada ibu guru bagai mana cara menggunting yang benar.
5.      Eksploratif dan berjiwa petualang yaitu anak – anak senang membongkar pasang alat – alat mainan yang baru ia dapet misalnya anak -  anak suka membongkar dan membentuk beragai macam bentuk misalnya rumah – rumahan, pagar, kursi, meja dan pestol – pestolan.
6.      Spontan yaitu anak – anak relatif asli dan tidak ditutup – tutupi misalnya seorang anak di cubit oleh temanya ia merasa sakit dan anak tersebut kemudian nangis.
7.      Senag dan kaya dengan fantasi yaitu anak senag dengan hal – hal yang imajinatif misalnya ibu guru memberi sugesti kepada siswanya bahwa jika tidak mau berdoa temanya setan, jika membung sampah dibawa meja akan di cari tikus.
8.      Masih mudah frustasi. Umumnya anak masih mudah frustasi, atau kecewa bila menghadapi sesuatu yang tidik memuaskan misalnya saat anak tersebut praktek mengunting baju,anak tersebut salah mengunting maka ia akan menais.
9.      Daya perhatian yang pendek yaitu saat ibu guru menjelaskan kepada siswa tentang lingkungan anak – anak bayak yang tidak memperhatikan ibu gurunya menajar tetapi merekah gaduh sendiri.
10.  Bergairah untuk belajar dan banyak belajar dari pengalaman misalnya saat anak – anak gaduh ia di tegor oleh gurunya maka anak tersebut tidak gaduh lagi.
11.  Semakin menunjukkan minat terhadap teman misalnya ketika teman nakal maka dia akan dijauhi oleh teman – teman .

B.     Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini
Berdasarkan hasil observasi dan dihubungkan dengan teori Piaget yang berpendapat bahwa anak berada pada tahap atau priode “Praoperasional”, yang deskripsi kemampuannya adalah sebagai berikut.
Periode
Deskripsi
Praoperasional
1.      Mampu berpikir dengan menggunakan simbol (symbolic-function). Misalnya saat guru memberikan bayangan tentang suatu objek yaitu “binatang yang terbang hinggap di bunga itu apa?”. Maka siswa dengan spontan menjawab “kupu-kupu”.
2.      Berpikir masih dibatasi dengan persepsinya. Mereka hanya memikirkan apa yang akan dilakukan sesuai dengan pendapat atau pengetahuannya. Misal saat di beri perintah untuk duduk diam mereka akan langsung duduk karena itu yang mereka tahu, bahwa perintah itu untuk membuat mereka duduk diam.
3.      Dapat mengelompokkan sesuatu berdasarkan  satu demensi, seperti: kesamaan warna, bentuk, dan ukuran.

C.    Upaya Memfasilitasi Perkembangan Anak Usia Dini
Fasilitas yang diupayakan untuk perkembangan peserta didik, dilakukan dalam berbagai potensi dan aspek sebagai berikut:
Potensi
Aspek

Upaya pengembangan

A.    Fisik
1.      kesehatan
2.      motorik (kasar & halus)
3.      pemahaman tentang bagian dan dan fungsi tubuh
a.       pengembangan pemahaman dan sikap positif terhadap kondisi fisiknya .
b.      menyediakan sarana untuk bermain atau berolahraga ( seperti : jungkitan, perosotan,ayunan,dll )
c.       melatih olahraga (seperti senam) dan keterampilan ( mengaji, menggunting, bernyanyi, )
d.      mengembangkan kebiasaan untuk memilihara kebersihan dan kesehatan
B.     Intelektual (kecerdasan)
Keberbakatan / kretivitas / daya pikir / daya cipta
a.       mengenalkan angka,huruf dan gambar (seperti : gajah dan geometri )
b.      membiasakan anak  untuk berani mengungkapkan ide / gagasan
c.       mendorong kemandirian anak untuk melakukan tugas tugas atau pekerjaan sendiri
C.    Emosi
Kecerdasan Emosional (kematangan emosi )
a.       membicarakan tentang perasaan , baik sendiri maupun orang lain
b.      mengembangkan sikap dan kebiasaan saling menyayangi dengan teman
c.       menghormati pribadi anak (seperti : bertutur katas opan, mengucapkan/menjawab salam anak dan tidak mencemoohkan anak)
d.      memberikan penghargaan (seperti : pujian , ancungan jempol dan hadiah)
D.    Sosial
1.      Kedisiplinan
2.       sikap toleransi
a.       Mengembangkan sikap dan kebiasaan untuk menaati tata–tertib dan menjelaskan alasan penerapannya
b.      Mengembangkan sikap kebiasaan untuk saling menghormati, menolong dan menjalin persahabatan
E.     Kesadaran          beragama
1.      Akidah
2.      Ibadah
3.      Akhlak
a.       Mengenalkan rukun imam dan islam
b.      Mengajarkan cara berwudhu
c.       Mengajarkan bacaan dan gerakan sholat
d.      Memberikan contoh, latihan dan dorongan kepada anak untuk menghafal doa – doa, surat pendek dan ayat pilihan
e.       Mengajarkan baca tulis al qur’an kepada anak
f.       Mengenalkan para malaikat dan tugas–tugasnya .
g.      Mengenalkan dan membiasakan anak untuk berpakain sopan
h.      Mengenalkan kepada anak tentang hal yang diharamkan agama, seperti: mencuri, berbohong, bermusuhan dan berkelahi.






BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Karakteristik anak usia dini berbeda-beda dari yang satu dengan yang lain, sifat unik, egois, aktif dan sebagainya memerlukan perhatian yang lebih dari orang tua, guru, dan orang sekitar. Apa yang mereka dengar dari yang kita ucapkan dan ajarkan ke mereka akan diingatnya. Perkembangan kognitif mereka memerlukan juga arahan dan bimbingan dari orang sekitar. Agar cara berpikir mereka bisa lebih fleksibel dan bisa menghargai perspektif orang lain.
Untuk memfasilitasi perkembangan anak usia dini dilakukan upaya berdasarkan potensi dan aspek antara lain fisik, intelektual (kecerdasan), emosi, sosial, dan kesadaran beragama.

B.     Saran
Beberapa saran penulis.
1.      Sebelum melakukan kegiatan Observasi sebaiknya melakukan peninjauan lokasi yang akan dituju.
2.      Meminta izin kepada pihak sekolah dengan memberikan surat izin observasi dari prodi.
3.      Saat melakukan observasi melakukan pendekatan kepada anak didik agar kita bisa mengetahui perkembangan mereka dari sifat mereka.
4.      Setelah melakukan observasi mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah atas kesediaan mereka memberi izin untuk observasi.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar